INT : Mossad Israel Bertanggung Jawab Atas Tragedi Amerika – 9/11

(September 2001)

Adanya aksi serangan mendadak terhadap Amerika Serikat hingga menelan kerugian tak ternilai yang terjadi hari Selasa (11/9) lalu, menimbulkan berbagai macam persepsi di mata dunia. Secara prematur Amerika dan negara-negara Eropa, bahkan tak ketinggalan juga negara Australia, bersama-sama menuduh tanpa bukti bahwa otak pelaku penyerangan tersebut adalah Osamah bin Laden.

Betulkah tuduhan mereka ? jawabannya adalah, mereka menuduh karena benci terhadap ummat Islam, bukan ingin mencari siapa pelaku sesungguhnya. Jika diperhatikan secara jernih, sebetulnya mengapa Pertahanan Militer seperti Pentagon yang merasa paling hebat tidak bisa mencium adanya rencana penyerangan terhadap negaranya.

Sungguh sangat memalukan, keberadaan Badan Intelejen Amerika yang merasa paling hebat dan kuat tersebut ternyata tidak mampu mendeteksi rencana serangan terdahsayat itu. Selain itu ada yang lebih memperihatinkan lagi, yakni sikap yang terlalu dini dalam mengambil kesimpulan bahwa pelaku adalah Osmaha bin Laden, seorang warga Afganistan yang dekat dengan penguasa Taliban. Hal itu mengidentifikasikan kelemahan dan ketidakmampuan Amerika dalam mengungkap pelaku sebenarnya.

Sebetulnya siapa yang berada dibalik serangan tersebut ? Apakah betul Osamah bin laden ? Apakah para pejuang Palestina ? atau justru orang-orang Amerika sendiri yang melakukan perbuatan nekad tersebut, seperti yang terjadi pada kejadian peledakan gedung di Oklahoma beberapa tahun silam.

Analisis dan dugaan pelaku peledakan WTC dan Pentagon terus berkembang dan beragam. Sejumlah pengamat Palestina dan Amerika mulai mengemukakan berbagai kemungkinan tentang terlibatnya organisasi intelejen Israel Mossad berada di belakang serangan berdarah di Washington dan New York (11/9). Kemungkinan ini dilandasi dugaan bahwa Israel berusaha menekan umat Islam dan orang-orang Arab dengan perantaraan Amerika. Di sisi lain, Israel akan diuntungkan dengan mengalihkan perhatian dunia pembantaian yang mereka lakukan atas bangsa Palestina.

Sebagaimana yang dikutip penulis dari web site http://www.eramuslim.com Dr. Atif Adawan, seorang dosen Ilmu politik di Universitas Islamiyah Pakistan menyebutkan bahwa sangat mungkin Israel melakukan aksi serangan tersebut untuk menggiring opini masyarakat Amerika dan dunia secara umum untuk bisa bersikap netral terhadap Israel. Ia juga menyebutkan bahwa aksi aksi seperti itu memang merupakan karakter serangan Israel yang selama ini banyak melakukan rekayasa intelejen untuk meloloskan keinginannya. “Terlalu banyak bukti dan kenyataan dari sejarah Israel dan Mossad sejak dahulu a bahwa mereka mungkin sekali melakukan aksi itu. Mereka tidak peduli apakah aksi itu akan membahayakan atau tidak…” katanya.

Tuduhan terhadap Mossad tidak hanya berasal dari kalangan muslim. Seorang ekonom AS, kandidat presiden AS tahun 2004 Lyndon H. LaRouche yang berasal dari kubu partai Demokrat menyebutkan bahwa Israel lah yang berada di balik aksi biadab itu. “Israel ingin menarik perhatian AS terhadap konflik di Timur Tengah yang kini makin tak menentu. Di sisi lain, aksi ini akan bisa mendorong perang terhadap dunia Arab,” tandasnya

Sementara Direktur Lembaga kajian dan Penelitian An-Nur, Dr. Mahmud Zuhar menyebutkan bahwa ada sejumlah petunjuk pertama yang menyebutkan bahwa serangan itu dilakukan oleh orang Amerika sendiri. Alasannya adalah karena di AS terdapat berbagai aliran keagamaan fanatik yang siap melakukan aksi bunuh diri sebagaimana yang telah terjadi sebelumnya.

Ia menambahkan bahwa teknologi yang dimiliki oleh para penyerang tidak bisa dikuasai kecuali oleh para ahli pesawat terbang, dan ini tidak akan dilakukan oleh sebuah organisasi di luar Amerika. “Karena para pelaku penyerangan itu sangat mengetahui peta Amerika dari udara dan mereka memiliki peta yang mengetahui secara pasti kapan mereka bisa keluar dan masuk ke wilayah AS,” ujarnya. Kemungkinan ini juga didukung dengan adanya sekitar 250 an kelompok ekstrim yang bekerja di dalam negara AS dan memiliki senjata.

Dengan demikian bukankah lebih tepat mencurigai Israel sebagai dalang dibalik tragedi Amerika tersebut ? atau terhadap tentara Jepang (Kamikaze) yang pernah memberi pelajaran “terbaiknya” ketika serangan Pearl Harbour beberapa tahun lalu. Mengapa Amerika tidak berpikir kearah sana ?

Q33NY

Q33NY

Sementara itu, mengapa Osamah bin Laden yang menjadi kambing hitam ? Bukti apakah yang dapat melandasi tuduhan terhadap Osamah bin Laden ? Apalagi terhadap para pejuang Palestina yang tidak ada keuntungannya sama sekali dalam peristiwa tersebut. Jangankan untuk menghantam Amerika yang begitu jauh dan “besar”, toh di negara sendirinyapun mereka sedang sibuk melayani teroris-teroris pecundang Israel. Tak ada argumen yang dapat memperkuat tuduhan Amerika dan sekutunya terhadap Osamah bin Laden maupun pejuang asal negara Arab lainnya.
Muhammad Jawad Larijani, salah seorang tokoh Iran distrik Israel melontarkan dugaan kuat bahwa Israel berada di balik aksi serangan beruntun di AS. Dalam harian GamGam terbitan Iran (12/9/2001), Larijani menyatakan tegas bahwa hanya Israel yang bisa mengacaukan dan merusak sistem pertahanan AS. “Hanya Mossad Israel satu-satunya, organisasi yang bisa menembus sistem keamanan dan pertahanan Amerika,” tegasnya.

Larijani juga menguraikan bahwa konflik yang semakin menekan posisi Israel akibat meledaknya intifadhah hingga jumlah korban di pihak Israel terus bertambah, besar kemungkinan menjadi pendorong paling kuat bagi Israel untuk mencari strategi lain guna memindahkan permasalahannya di Timur Tengah ke Amerika Serikat.

Tokoh Iran itu menolak keterlibatan gerakan pejuang Palestina di balik penghancuran luar biasa itu. “Aksi itu berada di atas kemampuan pejuang Palestina,” ujarnya.

Sementara itu harian Akhbar terbitan Mesir (12/9) menyebutkan pula bahwa Israel dan intelejennya bertanggung jawab atas serangan berdarah yang menimpa AS. Dalam editorialnya disebutkan, “Tanpa ragu ragu lagi, Israel lah yang mengorbankan Washington untuk memantapkan posisinya menjajah dan melakukan kezaliman di dunia Arab.”

Kemungkiann ini juga didukung bagaimana sikap Israel yang serta merta meminta AS untuk segera melakukan perang internasional terhadap apa yang mereka namakan “organisasi terorisme” yang tentu saja nota bene yang terbentuk dalam opini barat adalah umat Islam.

Andaikata Amerika beserta sekutunya (NATO) melakukan aksi pembalasan serupa terhadap Afganistan dan beberapa negara Arab lainnya. Hal itu hanya akan merugikan Amerika sendiri, pasalnya seluruh negara Islam di dunia secara serempak akan mengecam bahkan melakukan perlawanan, tak terkecuali negara Republik Indonesia dengan ummat mayoritasnya. Jadi langkah terbaik yang dapat dilakukan oleh Amerika adalah kembali menyadari berbagai macam tindakan yang ditempuhnya terhadap negara-negara diseluruh dunia, termasuk terhadap negara-negara Islam. Selama ini Amerika selalu melakukan propaganda, bermuka dua dan diskriminasi terhadap seluruh negara-negara sehingga membuka peluang permusuhan, sentimen serta kebencian dari semua negara. Peristiwa tersebut seharusnya bisa dipahami sebagai suatu pelajaran bagi Amerika dan negara lainnya untuk tidak menanamkan benih permusuhan dan kebencian. Karena hal itu hanya akan mendatangkan kerugian seperti yang dialami Amerika. Siapa yang menabur terror, maka dia pulalah yang akan menuai terror. Wallahu’alam bisshowab***
Penulis : Ujang Hidayat
* ditulis pada bulan September tahun 2001, setelah beberapa pekan kejadian.
(ute@bogor/sept/’2001)

About ujanghidayatute

Penulis
This entry was posted in Novel. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s