Manusia dan Tanggungjawab

Tanggung Jawab menurut kamus Bahasa Indonesia adalah keadaan wajib menanggung segala sesuatunya. Tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatan yang disengaja ataupun tidak disengaja. Tanggung jawab juga berarti berbuat segala perwujudan kesadaran akan kewajibannya.

Segala aktivitas manusia dalam kehidupannya senantiasa tidak terlepas kaitannya dengan sesama manusia maupun dengan Sang Pencipta. Manusia tidak dapat berbuat sekehendak hatinya dalam melakukan sesuatu, karena disamping keberadaan dirinya masih ada orang lain yang patut kita hargai.

Dalam tulisan yang cukup singkat ini penulis mencoba untuk mempresentasikan permasalahan manusia dan tanggung jawab, tentunya dengan segala keterbatasan kemampuan serta perspektif yang dimiliki. Sebagai makhluk sosial manusia memiliki hak dan kewajiban, dalam kehidupannya ia harus mampu menyelaraskan dan meyeimbangkan antara keduanya. Ada kalanya manusia harus menunaikan kewajibannya selain hanya menuntut segala haknya, ada kalanya juga manusia dituntut untuk mempertanggungjawabkan segala hal yang dilakukannya baik di dunia maupun di akhirat.

Dalam kehidupan ini ada hal yang harus dipertanggungjawabkan oleh setiap manusia, tidaklah benar jika manusia terlepas begitu saja tanpa adanya ikatan terhadap suatu norma-norma yang berlaku baik dia sebagai individu, anggota keluarga, warga masyarakat, warga negara maupun sebagai warga universum (Internasional).

Ikatan manusia terhadap suatu tatanan nilai diambil sesuai dengan landasan hidupnya. Jika dia seorang Muslim, tentunya tanggungjawab yang dia pikul harus sesuai dengan aturan yang berlaku dalam Al-Quran dan Sunnah RasulNya, begitu pula bagi bagi seorang yang berada diluar Islam pasti memiliki tanggung jawabnya masing-masing. dibawah ini penulis mencoba untuk menguraikan secara singkat mengenai tanggung jawab seorang Muslim.

Manusia lahir dalam keadaan fitrah :
Pertama, Tanggungjawab sebagai Individu
Sebagai individu maka ia brtanggung jawab penuh atas dirinya didalam menterjemahkan kehidupan ini demi tercapainya kehidupan yang bahagia dan sejahtera. Asas dan tujuan hidup merupakan tanggungjawabnya, apakah ia akan selalu konsekuen atau tidak dengan pedoman yang telah diberikan Allah SWT melalui RasulNya itu, semuanya akan mendapatkan evaluasi akhir dari apa yang telah diperbuatnya.
Dalam firmannya Allah SWT berkata :
“Barangsiapa berbuat kebaikan diantara laki-laki atau perempuan sedangkan ia adalah mukmin, maka akan kami hidupkan dia dengan kehidupan bahagia. Kami akan tunaikan kepada mereka ganjaran yang lebih baik dan apa yang mereka pernah usahakan”. ( Qs : An-Nahl; 97)

Kedua, Tanggungjawab sebagai Anggota Keluarga
Sebagai anggota keluarga, manusia dituntut untuk mewujudkan kehidupan keluarga yang Sakinah (tentram dan damai ). Disitulah letak tanggung jawab manusia dalam mengantarkan perjalanan hidup, terlebih lagi jika dia seorang pemimpin dalam keluarga (ayah). Tanggungjawabnya terhadap keluarga sangat berat sekali, karena ia harus mampu mengarahkan dan mendidik seluruh anggota keluarga menuju kebahagian dan keselamatan di dunia dan akhirat.

Ketiga, Tangggung jawab sebagai warga masyarkat.
Sikap seorang muslim dalam masyarakat harus senantiasa mencerminkan kepribadian dia sebagai seorang Muslim (Syaksiyah Islamiyah) sehingga tanggungjawab yang dia emban akan dapat diwujudkan dengan berprilaku sesuai dengan kaidah-kaidah dalam agama.

Memang bukan hal yang mudah untuk menuju kearah terciptanya suatu kondisi masyarakat yang berkepribadian Islami ditengah serbuan akidah dari berbagai aspek. Rusaknya sendi-sendi kehidupan diakibatkan oleh faham sekularisasi yang memisahkan antara nilai-nilai agama dengan kehidupan. Belum lagi dengan semakin banyaknya kebudayaan asing (red-yang bertentangan dengan Islam.) yang saat ini seolah-olah telah menjadi rujukan hampir seluruh kawula muda dibelahan dunia ini. Akan tetapi bukan hal yang mustahil untuk dapat diwujudkan, apabila setiap individu telah dapat mempertanggungjawabkan dirinya sesuai dengan aturan Islam, maka dengan sendirinya akan tercipta kondisi masyarakat yang Islami.

Terakhir, Tanggungjawab manusia sebagai warga negara juga sekaligus sebagai warga internasional.

Islam tidak hanya mengatur ruang lingkup manusia secara individu maupun masyarakat lokal saja, akan tetapi lebih jauh dari itu, Islam mengatur pula tentang tanggungjawab manusia sebagai masyarakat universum. Setiap manusia dimanapun berada, memiliki tanggungjawab sebagai khalifah di muka bumi untuk menjadikan syariat Islam agar bisa diaplikasikan dalam seluruh aspek kehidupan. Sehingga Islam dapat berdiri dengan kokoh sebagai suatu Agama yang membawa keberkahan bagi seluruh ummat manusia dan alam ini ***(ute)

About ujanghidayatute

Penulis
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s